"kejarlah keunggulan (excellence) maka sukses akan mengikuti"
quote inspirasional tersebut saya dapatkan dari film komedi favorit saya, 3 Idiots. Film tersebut memang bergenre komedi namun tidak luput dari esensi di dalamnya. Dan salah satu nilai moril yang saya jadikan pegangan adalah setiap hal yang kita lakukan baik itu pendidikan, pekerjaan, maupun hobbi atau Passion haruslah beroritentasi untuk meraih keunggulan. Baru sukses pun akan mengikuti.
Sukses memang bisa diartikan bukan hanya dari nilai materil namun sebuah tolak ukur seseorang telah berhasil dalam suatu bidang misalnya jadi jutawan bisnis, menjadi seniman terkenal, ataupun arsitek dengan rancangan yang indah. Namun kebanyakan orang mempersepsikan sukses sebagai tujuan akhir yang membawa mereka kepada kualitas hidup yang lebih baik seperti menjadi kaya, memiliki jabatan tinggi, dsb.
Bagi saya, sukses hanyalah 'bonus'. Seperti saat kita menjalankan pola hidup sehat, maka tubuh ideal adalah bonus. Namun esensi dari tujuan tersebut adalah untuk hidup sehati. Begitu pun dengan kita belajar. Apakah tujuan dari belajar tersebut? mendapatkan nilai bagus sebagai tolak ukur kesuksesan kita belajar? tidak. Nilai hanyalah penilaian yang diberi pengajar terhadap kita. Namun esensi perjuangan kita belajar dengan tujuan MENUNTUT ILMU YANG BERMANFAAT hanyalah kita dan Tuhan yang bisa mengukur. Dengan ilmu yang kita dapat tersebut, nilai bagus pun akan menyusul. Daripada nilai bagus didapat dengan cara dan tujuan yang keliru.
Jika kita mengejar keunggulan, kita pasti akan dibutuhkan banyak orang karena keahlian kita dalam suatu bidang. Contoh dalam bidang studi yang terkadang orang anggap sebelah mata seperti perpustakaan. Orang menganggap perpustakaan "apa sih perpustakaan cuma lihat-lihatin buku, bla3". Namun jika kita menjadi seorang 'master' dalam bidang perpustakaan, bukan tidak mungkin kita bisa menjadi kepala Perpustakaan Oxford.
Dengan keahlian kita dalam bidang tertentu, kita akan dibutuhkan orang dan bermanfaat bagi orang banyak. Dan sukses seperti yang orang-orang bayangkan -- Hidup makmur, kaya raya, terkenal, memiliki kekuasaan, dsb -- akan menyusul.. So work hard for excellence and dont forget to enjoy!
PEACE!
Minggu, 31 Januari 2016
Introduction to the new philosopical perspective "GREGETISME"
Filsafat. sering kali diartikan sebagai perenungn yang mendalam untuk mendapatkan hakikat kebenaran sejati yg membuat kita menjadi semakin bijak. Hasil dari filsafat merupakan buah dari pemikiran kita dan akhirnya akan kita jadikan sebagai pandangan hidup kita. Filsafat telah ada sejak manusia mulai bertanya hal-hal terkait dengan dirinya, kehidupan, dan alam semesta. Pertanyaan seperti "Siapakah sebenarnya manusia itu?" , "Terbuat dari apa alam semesta ini?" , "Bagaimana alam semesta ini berawal dan berakhir?", dsb... Dan dengan semakin meningkatnya kognisi manusia berdasarkan teori evolusi, pertanyaan-pertanyaan lain muncul, kemudian terjawab, pertanyaan muncul dan terjawab. Begitu pula selanjutnya.
Dalam filsafat klasik, ada dua aliran besar yang saling bertentangan, yaitu Idealisme dan Materialisme. Perbedaan mendasar keduanya adalah tentang hakikat sesungguhnya dari esensi manusia dan kehidupannya. Idealisme menganggap, ide/pikiran/jiwa adalah hakikat manusia sesungguhnya. Manusia adalah makhluk berpikir atau animal rationale. Dengan jiwa yang berpikir, manusia mampu mengekspresikan semua buah pikirannya termasuk memikirkan hal-hal yang berbau materi, oleh sebab itu, jiwa adalah hakikat tertinggi manusia.
Berlawanan dengan Idealisme, Materialisme menganggap materi atau fisik adalah hakikat sebenarnya. Kaum Materialis berpendapat bahwa semua yang ada di alam semesta termasuk manusia tidak lain merupakan kumpulan materi yang bersifat matematis dan mekanis. Bahkan 'alam jiwa' seperti yang diutarakan kaum idealis tidak lebih dari reaksi biokomia dalam tubuh manusia. Proses berpikir adalah proses kerja otak (bersifat materi). Kebahagiaan tidak lain adalah aktivitas hormon-hormon yang bertanggung jawab demi kebahagiaan seperti dopamin, endorfin, dan serotonin. Begitu pula cinta yang hanya aktivitas organ seksual yang melahirkan perasaan cinta yang menggebu-gebu.
Pada postingan awal saya kali ini, saya akan memperkenalkan aliran filsafat saya, yaitu GREGETISME.yaps GREGETISME.. kata 'greget' pertama kali saya tahu adalah kata yang diucapkan Mad Dog, salah satu tokoh dalam film action The Raid. Dan kemudian kata 'greget' dan Mad Dog sendiri menjadi artis meme setelah film The Raid tayang. Kata greget sendiri dikonotasikan sebagai kata yang menggambarkan tindakan atau hal-hal yang berbau ekstrim, menantang namun dan tidak lazim. Contoh penggunaan kata greget ini adalah. "Qurban pake domba atau sapi gak ada gregetnya. gue dong qurban pake harimau benggala" atau dalam kalimat "Lihat nih gue lagi nyikatin gigi buaya". Namun hal-hal berbau ekstrim tersebut dikontasikan sebagai candaan dan bukanlah perihal yang menakutkan. Sehingga penggunaan kata greget dapat pula digunakan sebagai bahan ledekan "greget juga lu" untuk meledek tindakan seseorang yang 'menantang'.
Dalam filsafat GREGETISME, hidup bukanlah hidup yang sesungguhnya bila tidak dijalankan dengan penuh rasa greget. Melakukan hal yang tidak biasa, terkadang tidak sesuai dengan nilai dan norma setempat namun mampu membuat orang-orang yang melihatnya takjub sambil berkata "WOW. greget sekali". Contoh kongkrit seseorang yang berpegang pada gregetisme dapat kita jumpai pada sosok 'Ranchoddas' dalam film 3 Idiots. Atau saat kita hendak mengendarai sepeda,jika orang lain menunggangi sepedanya, maka kita yang membawa sepeda tersebut di atas bahu kita. Atau kita rela berjuang memanjat pagar yang ada kawat besi sampai 'junior' kita terluka parah demi bertemu sang doi di rumahnya malam-malam..
Memang hal-hal yang 'greget' terkadang adalah hal-hal yang kita pernah lakukan, namun kita tidaklah pernah merasa bahwa itu greget. Yah memang rasa greget tak perlu banyak dipikirkan, namun cukup dirasakan dan dibawa enjoy! Dan saya hanya memperkenalkan satu istilah. Semoga belum ada orang yang mencetuskan hal ini.
PEACE~
Dalam filsafat klasik, ada dua aliran besar yang saling bertentangan, yaitu Idealisme dan Materialisme. Perbedaan mendasar keduanya adalah tentang hakikat sesungguhnya dari esensi manusia dan kehidupannya. Idealisme menganggap, ide/pikiran/jiwa adalah hakikat manusia sesungguhnya. Manusia adalah makhluk berpikir atau animal rationale. Dengan jiwa yang berpikir, manusia mampu mengekspresikan semua buah pikirannya termasuk memikirkan hal-hal yang berbau materi, oleh sebab itu, jiwa adalah hakikat tertinggi manusia.
Berlawanan dengan Idealisme, Materialisme menganggap materi atau fisik adalah hakikat sebenarnya. Kaum Materialis berpendapat bahwa semua yang ada di alam semesta termasuk manusia tidak lain merupakan kumpulan materi yang bersifat matematis dan mekanis. Bahkan 'alam jiwa' seperti yang diutarakan kaum idealis tidak lebih dari reaksi biokomia dalam tubuh manusia. Proses berpikir adalah proses kerja otak (bersifat materi). Kebahagiaan tidak lain adalah aktivitas hormon-hormon yang bertanggung jawab demi kebahagiaan seperti dopamin, endorfin, dan serotonin. Begitu pula cinta yang hanya aktivitas organ seksual yang melahirkan perasaan cinta yang menggebu-gebu.
Pada postingan awal saya kali ini, saya akan memperkenalkan aliran filsafat saya, yaitu GREGETISME.yaps GREGETISME.. kata 'greget' pertama kali saya tahu adalah kata yang diucapkan Mad Dog, salah satu tokoh dalam film action The Raid. Dan kemudian kata 'greget' dan Mad Dog sendiri menjadi artis meme setelah film The Raid tayang. Kata greget sendiri dikonotasikan sebagai kata yang menggambarkan tindakan atau hal-hal yang berbau ekstrim, menantang namun dan tidak lazim. Contoh penggunaan kata greget ini adalah. "Qurban pake domba atau sapi gak ada gregetnya. gue dong qurban pake harimau benggala" atau dalam kalimat "Lihat nih gue lagi nyikatin gigi buaya". Namun hal-hal berbau ekstrim tersebut dikontasikan sebagai candaan dan bukanlah perihal yang menakutkan. Sehingga penggunaan kata greget dapat pula digunakan sebagai bahan ledekan "greget juga lu" untuk meledek tindakan seseorang yang 'menantang'.
Dalam filsafat GREGETISME, hidup bukanlah hidup yang sesungguhnya bila tidak dijalankan dengan penuh rasa greget. Melakukan hal yang tidak biasa, terkadang tidak sesuai dengan nilai dan norma setempat namun mampu membuat orang-orang yang melihatnya takjub sambil berkata "WOW. greget sekali". Contoh kongkrit seseorang yang berpegang pada gregetisme dapat kita jumpai pada sosok 'Ranchoddas' dalam film 3 Idiots. Atau saat kita hendak mengendarai sepeda,jika orang lain menunggangi sepedanya, maka kita yang membawa sepeda tersebut di atas bahu kita. Atau kita rela berjuang memanjat pagar yang ada kawat besi sampai 'junior' kita terluka parah demi bertemu sang doi di rumahnya malam-malam..
Memang hal-hal yang 'greget' terkadang adalah hal-hal yang kita pernah lakukan, namun kita tidaklah pernah merasa bahwa itu greget. Yah memang rasa greget tak perlu banyak dipikirkan, namun cukup dirasakan dan dibawa enjoy! Dan saya hanya memperkenalkan satu istilah. Semoga belum ada orang yang mencetuskan hal ini.
PEACE~
Langganan:
Postingan (Atom)