Selasa, 14 Mei 2019

Kenyaman Itu

Aku masih kekanak-kanakan, jauh dari kata dewasa. Ku masih senang bermain games, prokrastinasi dalam mengerjakan tugas, dan ibadah yang belum istiqomah. Ditambah aku yang belum mandiri secara finansial, hidup masih bergantung orang tua, belum menjadi manusia yang bermanfaat banyak bagi sesama. Semua prasyarat sebagai manusia yang dewasa dan matang belum tersemat padaku. Ku sadari itu. Mengurus diri saja ku belum mampu, bagaimana mengurusi anak orang? dalam hal ini menjadi imam bagi si dia. Si gadis eudaimonia.

Tadi di mata kuliah yang mempertemukan ku dengannya untuk pertamakali, akhirnya aku bisa ngobrol dengannya setelah berminggu-minggu tak bertatap muka. Ku mulai basa-basi mengomentari pakaiannya yang mengenakan pakaian nuansa merah cerah. "Tumben pak baju warna terang, biasanya gelap terus".. Percakapan pun terus mengalir dari mulai candaan receh hingga ke topik yang lebih berbobot. Kami mengobrol tentang al-Qur'an, curhatan si teteh tentang masa lalunya, hingga sindiran untuk segera menikah. Perbincangan terpanjang adalah curhatannya tentang masa lalu, mengenai ceritanya yang terlambat untuk lulus. Entah mengapa aku bisa memancing ia untuk bercerita. Entah kenapa ia bercerita mengalir begitu saja. Dan entah kenapa aku begitu menikmatinya bercerita. Ku tatap wajah manisnya yang sendu saat bercerita, mungkin karena ini topik sensitif. Ku dengarkan setiap kata yang terlontar. Senyum tipis ku arahkan padanya, "semangat tetehku!"

Setelah lama ku tak berinteraksi dengannya, ku merasakan hal seperti saat pertama kali ku mengenalnya. Kenyaman dalam berinteraksi. Dalam 2 malam terakhir sebelum kami mengobrol langsung, kami memang chatting via DM instagram. Yahh topik-topik receh dan sangat unvaedah ku bahas bersamanya. Hal-hal kecil yang bisa membuatnya senang. Ku bahas tentang kucing yang menolak makan indomie, mengancam menelpon ayahnya karena tak kunjung tidur, mewanti2 agar ayahnya berhati-hati saat ngisi kajian karena bodyguardnya bukan aku. Topik2 tsb bobotnya kalah jauh dibandingkan chattingan terdahulu. Ku pikir bukan bobotnya beurat atau tidak, yang penting enjoy.

Oiya terakhir saat di lift sebelum kami berpisah, ku ingat dia berkata, "Anggap aja aku teh kakak kamu".. Ya, memang teteh seumuran dengan kakakku. Aku pun menghormati teteh sebagai kakak tingkatku, tapi apakah usia bisa meluruhkan perasaanku padamu? Tak semudah itu, esmeralda~

Gadis Eudaimonia

Dia si gadis eudaimonia. Sulit untuk dieja bukan? hehe. Aku mencari arti "eudaimonia" di google. Ku temukan bahwa artinya paham yang mengatakan bahwa tujuan hidup adalah pencari kebahagiaan. Bio Instagramnya pun tertulis, "True Happiness Seeker". Di usianya yang sudah seperempat abad, lebih tua 3 tahun dariku, dia nampaknya terus berproses mencari makna kebahagiaan sejati. Ya semoga saja kau mendapatkannya.

Dosen favoritku sering berpesan bahwa esensi kehidupan manusia adalah menjadi someone that matters to other. Itulah dirimu, seseorang yang bermanfaat bagi orang lain. Nasihat lain beliau adalah, "moodbooster terbaik adalah karya". Dari dua nasihat tersebut kita dapat menyimpulkan bahwa manusia itu harus menghasilkan karya yang bermanfaat bagi orang lain. Dari situlah awal mula kebahagiaan.

Dia yang mencari kebahagiaan namun tak lupa untuk berkarya. Karya-karyanya selalu bisa ku nikmati terutama tulisan-tulisan yang berasal dari pemikirannya mengenai kehidupan. Tata bahasanya sastrawi, lugas, sistematis. Kontennya berbobot, sarat esensi. Tentu mencerminkan kecerdasan daya pikir sang penulis. Cerdas, itulah sifat anak yang sebagian besar diwariskan oleh ibunya. Akankah dia menjadi ibu yang cerdas? Semoga saja, hehe.

Ku pikir dia pun seorang pendidik yang memiliki sifat keibuan. Selain literasinya yang kuat, ia pun terlatih secara mental untuk mendidik anak. Ia memiliki seorang adik yang mengidap sindrom autisme. Ia sering mengunggah foto-foto bersama adiknya yang diambil oleh ibunya. Tampak kedekatan dan kesabaran seorang kakak dalam mendidik. Ia menuangkan cinta sepenuhnya pada keluarganya. "Aku teh gak mau bikin mereka kecewa lagi". Itulah kalimat yg pernah ia katakan padaku saat ku bertanya bahwa mengapa seringkali ia merasa malu saat ku ajak ke acara tertentu.

"Harta yang paling berharga adalah keluarga". Potongan lirik lagu tersebut mungkin menggambarkan core value darinya. Rumah adalah tempat terbaik baginya. Di sana ada kehangatan dalam keluarga. Seorang ayah yang bijak, membimbing dengan ilmu dan akhlak yang luhur, ibu yang menyayangi anak-anaknya, saudara-saudara yang kompak. Tentu sebuah kebahagiaan tersendiri menjadi bagian dari keluarganya. Ya tentu saja dengan menikahinya. hehe

Jujur saja, semua kriteriaku dalam memilih istri ada padanya. Dia cantik, dia cerdas, dia shalihah, dia berasal dari keluarga yang taat agama. Lebih dari itu, ia menyukai hal yang aku sukai dan aku suka berdiskusi dengannya. Hal-hal tentang Islam, politik, sosial, sejarah, pemikiran adalah topik-topik renyah yang selalu ku diskusikan dengannya. Dia pun bisa membuatku nyaman, baik di media sosial maupun di dunia nyata. Aku selalu merasa nyaman dengannya. Pertemuan dengannya yang hanya mungkin sekali seminggu selalu ku nanti-nanti. Hanya untuk sekedar mengobrol dengannya atau melihat wajah manisnya.

Aku tidak bermaksud berlebihan. Hanya saja selama kuliah, dialah wanita yang paling membuatku nyaman. Memang betul hatiku sering berpindah ke wanita lain selama kuliah. Namun kenyamanan berinteraksi terbaik ku lakukan bersamanya. Nyaman yang ku maksud adalah nyambung, ku merasakan emosi positif, ku merasa bisa saling bertukar pikiran, saling memberi manfaat. Ku senang bercerita, ku pun senang mendengarnya bercerita.

"Teteh, sudikah kiranya kau menjadi istriku?".. InsyaAllah, suatu saat akan ku tanyakan ini padanya.

Minggu, 14 April 2019

UTS KBTR

1. Carilh dalam dokumen-dokmn resmi pemerintah (undang-undang dan peraturan pemerintah) yang menjelaskan pengerian kesulitan belajar.

Undang-undang Republik Indonesia No. 20 Tahun 2003 Tentang SISDIKNAS pasal 11 ayat (1)  menegaskan bahwa pemerintah wajib memberikan layanan dan kemudahan, serta menjamin terselenggaranya pendidikan yang bermutu bagi setiap warga negara tanpa deskriminasi.

Untuk menyelenggarakan pendidikan yang bermutu,   Menteri Pendidikan Nasional mengeluarkan peraturan nomor 23 tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan untuk Satuan Pendidikan Dasar Menengah. Dalam peraturan ini ditetapkan standar kompetensi lulusan mata pelajaran pada semua jenjang pendidikan dasar dan menengah.

Dari dua keterangan di atas, kita dapat mengetahui bahwa anak berkesulitan belajar harus mendapatkan pendidikan yang bermutu tanpa diskriminasi serta memiliki standardisasi komptenesi yakni  Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yang berbeda di tiap sekolah tergantung kondisi dan target capaian kompetensi yang berlaku.

2. Apa perbedaan antara anak tunagrahita dengan anak berkesulitan belajar?

Tunagrahita berasal dari dua kata dalam bahasa Jawa, yakni "Tuno" yang berarti "rugi" atau "kekurangan" dan "Nggrahita" yang berarti "berpikir." Secara bahasa Tunagrahita berarti kurangnya daya pikir atau kemampuan berpikir di bawah rata-rata. Menurut Hillaard & Kirman (2002), menjelaskan mengenai tunagrahita:

Orang yang mengidap retardasi mental dari waktu ke waktu sering disebut sebagai bodoh, tidak dewasa, cacat, di bawah normal, tidak kompeten, dan membosankan. Kata 'idiot' sering disematkan pada individu retardasi mental.

Edgar Doll (2002) menjelaskan mengenai ciri-ciri anak tunagrahita:
(a) Tidak kompeten secara sosial. (b) Kecerdasan di bawah rata-rata. (c) terhambat dalam perkemangan kognitif. (d) sering merasa malu.


Kesulitan belajar merupakan terjemahan dari learning disability yang berarti ketidakmampuan belajar (Mulyono, 2010).
Menurut
Mulyadi
kesulitan belajar memiliki pengertian yang luas
dan kedalamanya termasuk pengerian
-
pengertian seperti:
1
a.Learning Disorder (Ketergangguan Belajar)
Adalah keadaan dimana proses belajar siswa terganggu karena timbulnya respon yang bertentangan. Pada dasarnya orang yang mengalami gangguan belajar, prestasi belajarnya tidak akan terganggu, akan tetapi proses belajarnya yang terganggu atau terhambat oleh respon-respon yang ber tentangan. Dengan demikian, hasil belajarnya lebih rendah daripotensi yang dimiliki.
 
b.Learning disabilities (Ketidakmampuan Belajar)
Menunjukkan ketidakmampuan seorang murid yang mengacu kepada gejala dimana murid tidak mampu belajar, sehingga hasil belajaranya di bawah potensi intelektualnya.
 
c.Learning Disfungsion (ketidakfungsian Belajar) 
Menunjukkan gejala dimana prosesbelajar tidak berfungsi secara baik meskipun pada dasarnya tidak ada tanda-tanda subnormalitas mental, gangguan alat indra atau gangguan psikologis lainnya.
 
d.Under Achiever (Pencapaian Rendah)
Adalah mengacu pada murid-murid yang memiliki tingkat potensi intelektual di atas normal, tetapi prestasi belajarnya tergolong rendah.
 
e.Slow learner (Lambat Belajar)
Adalah murid yang lambat dalam proses belajarnya sehingga membutuhkan waktu dibandingkan dengan murid-murid lain yang memiliki taraf potensi intelektual yang sama.


Secara garis besar kesulitan belajar dapat diklasifikasikan ke dalam dua kelompok. (1) kesulitan belajar yang berhubungan dengan perkembangan (developmental learnng disabilities) dan (2) kesulitan belajar akademik (academic learning disabilities).

3. Berdasarkan definisi yang dikemukakan oleh USOE, apa perbedaan antara learning disabilities dengan learning problems?

Learning disabilities adalah gangguan dalam satu atau dua lebih proses psikologis dasar yang mencakup pemahaman dan penggunaan bahasa ujaran atau lisan. Sedangkan learning prolems penyebab utamanya berasal dari hambatan penglihatan, pendengaran, atau motorik, hambatan karena tunagrahita, karena gangguan emosional, atau karena kemiskinan lingkungan, budaya, atau ekonomi.

4. Dengan apa potensi dan prestasi belajar diukur?

Setiap anak lahir dengan keunikan dan potensi masing-masing. Setiap anak itu cerdas, namun kecerdasan setiap anak tidak bisa disama-ratakan. Seperti kutipan terkenal dari Albert Einstein, "Setiap anak itu jenius. Namun jika kau mengukur kecerdasan ikan dari cara dia memanjat pohon, maka kau akan menemukan ikan itu makhluk yang bodoh". Karena setiap anak memiliki kecerdasan yang unik, maka mengukur potensi belajar anak tidaklah bisa disama-ratakan misalnya dengan ujian nasional (UN) atau kriteria kompetensi minimal (KKM). Namun yang perlu ditekanka bukanlah  bagaimana mengukur potensi, namun bagaimana mengetahui potensi anak lalu mengembangkannya agar sesuai dengan fitrah anak dilahirkan dan apa yang menjadi kesukaan anak.

Namun dalam konteks prestasi belajar, hal ini perlu diukur agar kita bisa mengevaluai proses pembelajaran anak. Prestasi belajar tidak serta-merta dari nilai ujian atau nilai rapot saja. Namun bagaimana anak berkembang dari yang tidak bisa menjadi bisa, bagaimana anak bekerja keras dalam belajar. Itupun patut diapresiasi sebagai prestasi belajar anak.

5. Buatkan suatu bagan yang menggambarkan berbagai jenis kesulitan belajar!

6. Jika terjadi kegagalan dalam pemberian layanan bagi anak kesulitan belajar, kepada ilmu apa saja kegagalan tersebut perlu dicari jawaban untuk pemecahannya?

Jika terjadi kegagalan dalam pemberian layanan pendidikan bagi anak berkesulitan belajar, kita harus mengkaji berbagai bidang ilmu untuk membantu, di antarana:

1. Pedagogi
Ilmu pedagogi memungkinkan kita untuk mengetahui metode belajar yang tepat bagi anak. Pedagogi sendiri adalah ilmu sekaligus seni dalam mengajar.

2. Psikologi
Kita harus memahami kondisi psikologis anak dan penyebab anak berkesulitan belajar. Apakah karena faktor terhambatnya perkembangan, motivasi yang rendah, metode pembelajaran yang membosankan, dll.

3. Medis
Ilmu medis dalam pembelajaran anak berkesulitan belajar berperan untuk mendiagnosisi faktor-faktor medis yang menghambat anak untuk belajar. Hal-hal seperti disfungsi saraf otak, penyakit gangguan motorik, dll dapat menjadi faktor medis yang menghambat anak.

4. Ilmu agama
Tuhan adalah Dzat yang Maha Segalanya. Melalui firmanNya, Tuhan memberikan pedoman bagi seluruh manusia untuk menjawab seluruh problematika hidup. Kita hanya perlu mengkaji lebih dalam dari literatur keagamaan bagaimana untuk mengatasi permasalahan anak berkeslitan belajar. insyaAllah pasti ada jalan.

7. Apa yang dmaksud dengan diagnosis kesulitan belajar?
Diagnosisi kesulitan belajar adalah proses menentukan jenis kesulitan belajar, faktor penyebabnya, dan cara mengatasinya dengan menggunakan prosedur tertentu. Adapun langkah prosedur diagnosis adalah:
(1) identifikasi, (2) lokalisasi letak kesulitan, (3) lokalisasi penyebab kesulitan, (4) memperkirakan kemungkinan bantuan, (5) menetapkan kemungkinn cara mengatasi kesulitan belajar, (6) tindak lanjut.

8. Apakah artinya bahwa pemisahan anak luar biasa dari anak normal hanya untuk keperluan pembelajaran dan bukan untuk keperluan pendidikan?

Pemisahan anak luar biasa dari anak normal seharusnya hanya untuk keperluan pembelajaran saja dan bukan untuk keperluan pendidikan. Mengapa demikian? Tujuan dari pembelajaran berbeda dengan tujuan pendidikan. Tujuan pembelajaran untuk mencapai capaian pembelajaran, materi pelajaran yang disampaikan, dan kemampuan atau skill yan diperoleh dari hasil belajar. Sedangkan tujuan pendidikan bersifat lebih luas dan filosofis seperti mencerdaskan kehidupan bangsa, memiliki budi pekerti luhur, gotong royong, saling menghargai orang lain, dll.

Untuk memaksimalkan tujuan pembelajaran, pemisahan antara anak ABK dengan anak normal dimaksudkan untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi pencapaian tujuan belajar yang terprogram, terkontrol, dan terukur; atau yang secara ringkas, disebut tujuan pembelajaran atau tujuan instruksional khusus (instructional objectives). Sedangkan untuk mencapai tujuan pendidikan, diperlukan integrasi antara anak-anak luar biasa dengan anak-anak lain dalam bingkai pendidikan inklusi.

9. Bagaimana kaitan antara asesmen, diagnosis, dan preskripsi?

Asesmen, diagnosis, dan preskripsi memiliki keterkaitan satu sama lain termasuk dalam konteks anak berkesulitan belajar. Diagnosisi adalah prosedur pemeriksaan dari mulai tahap identifikasi hingga evaluasi pemberian pembelajaran remedial. Diagnosisi memerlukan asesmen sebagai langkah awal dalam mengumpulkan data-data yang dibutuhkan dari anak berkesulitan belajar. Di lain sisi, preskripsi memberikan arahan dan pedoman peraturan mengenai pembelajaan anak berkesulitan belajar.

10. Dengan apa biasanya potensi seorang anak diukur?
Walaupun potensi setiap anak berbeda-beda namun mengukur potensi dapat dilakukan melalui berbagai cara. Cara yang paling umum kita kenal adalah dengan melakukan tes seperti tes potensi akadmik, tes minat bakat, ataupun tes intelegensi. Potensi anak pun bisa diketahui dengan cara observasi. Orang tua dan guru harus mampu mengindera kelebihan yang anak miliki, misalnya anak berpotensi untuk menyanyi, menjadi arsitek, dll.

Sabtu, 30 Maret 2019

Family Scene of Movie

Menonton film adalah salah satu cara berliterasi. Di sana kita bisa belajar mencerap makna tersirat dari sebuah karya visual. Jujur, genre apapun film tersebut, aku paling suka film yang memuat pelajaran dan makna hidup yang dikandung di dalamnya. Kebanyakan film-film tersebut adalah film India: Taare Zameen Par, 3 Idiots, PK, Rab Ne Bana Di Jodi, dan baru2 ini aku baru menonton lagi Kabhi Kushi Kabhi Gham. Film berdurasi 210 menit. wow, lama bukan? selama 3 jam lebih aku disuguhkan tontonan yang membuat emosiku campur aduk. Dominan aku terharu dengan kebersamaan keluarga.

Jujur, setiap adegan film yang menyajikan adegan menyentuh dalam keluarga, aku selalu melinangkan air mata. Apakah ini hal yang diinginkan hati kecilku? Kebersamaan, kehangatan, kasih sayang dalam keluarga. Entahlah. Yang jelas, aku selalu terharu saat menonton adegan seperti ini. Aku pun sering iri kepada potret-potret kebersamaan keluarga yang di miliki kawan-kawanku.

Dear family, may I can love you all~

Rabu, 27 Maret 2019

Sehangat Pelukan Ibu

Hei.. temanku bilang, menulis adalah bekerja untuk keabadian. Temanku sangat suka menulis. Ia sering membacakan tulisannya padaku. Keren! Karyanya pun sudah bisa dibanggakan. Sekarang ku coba untuk menulis. Dimulai dari menulis kisahku sendiri..

Aku bukanlah seorang yang popular, bahkan orang popular pun mungkin suatu saat akan terlupakan juga. Aku hanyalah orang biasa, dengan harapan luar biasa. Harapan yang disematkan oleh orang tersayang, ibuku. Ku hidup untuk berjuang dengan harapan itu.

Well, it's my story. Dimulai dari tempat ku menjajaki dunia baru. Sekolah

"Ehh liat, bro. ada cewek cakep... Perhatiin gak tadi dia senyum ke gue?" Celetuk Beni, salah seorang kawan baikku di SMA Al-Fatih, tempatku sekolah sekarang. Celetukan Beni sontak memicu reaksi ketidaksetujuan dari kawan-kawan yang lain.. "Apaansih. geer banget. kelamaan ngejomblo lu yaa". Ku terdiam. hening di tengah riuh canda kawan-kawan. Merasa sepi di tengah keramaian. Ku membatin, "Cakep, cantik, manis, sexy, apalah itu.. Ku tak paham definisi kata-kata tersebut. Jangan kan paham, tahu pun tidak."

Itulah bagaimana orang-orang sekitar memberi label kepada perempuan yang dianggap menarik. Aku bukan orang yang tidak tertarik pada perempuan. Suara lembut, sikap yang hangat serta ramah, kecerdasannya, hingga aroma wangi yang khas yang mampu membuatku jatuh hati pada perempuan. Setidaknya, selalu ada yang berbeda saat ku mengindera atribut-atribut tersebut.

Perempuan yang saat ini ku berharap ia bisa tahu perasaanku padanya bernama Finka. Semua atribut di atas melekat padanya. Ku teringat saat New Year Camp Januari lalu. Kala itu ku terkena hipotermia. Ku menggigil kala hujan turun di malam itu. Kawan-kawan setenda ku yakni Beni, Azhar, dan Anwar sontak panik. Mereka refleks memberikan selimut-selimut hangat mereka untuk dikenakan padaku. Aku tetap menggigil. Hangatnya selimut yang membalut kulitku tak bisa mengalahkan sensasi dingin dalam tubuhku.

Hingga ku dengar suara jejak kaki dari arah luar. Suara seperti sepatu boot yang melangkah pelan di tengah tanah-tanah yang gembur karena hujan. "Hei, Finka" sahut Azhar memanggil Finka dari dalam tenda. Suara sepatu boot yang beradu dengan tanah gembur semakin mendekat. Finka melangkah mendekati tenda. Suara pintu tenda terbuka. "Hei, kalian belum tidur? Ini Zayn kenapa? menggigil gini, mukanya juga pucat. Panas pula" Gadis yang bernama Finka kini tengah meraba keningku. Mungkin mengecek suhu tubuhku. Kulitnya lembut, selembut selimut di hotel bintang lima. Suaranya tak kalah lembut, meneduhkan, menghujam dada. Sontak sensasi dingin yang ku rasakan diganti oleh sensasi yang membingungkan. Ku tak pernah merasakan ini sebelumnya. Terletak di dalam dada. Bukan, bukan penyakit jantung atau lainnya. Namun rasa bahagia, tenang dan deg-degan berbaur dalam harmoni. Sungguh rasa yang tak biasa. Apakah ini yang orang sebut jatuh cinta? Entahlah.

"Ya ampun.. panas banget badanmu.. sebentar-sebentar, aku air hangat yang baru ku masak". Finka keluar tenda mengambil air panas, lalu tak sampai dua menit ia sudah kembali untuk mengompresku. "Ini ada air hangat. Tadinya aku mau pakai untuk rebus mie."Finka perlahan menempelkan kain kompres ke atas keningku sambil menyuruhku berbaring. "Nahh sekarang kamu istirahat ya. Yang lainnya juga tidur, kasihan pasti Zayn gak bisa tidur gara-gara berisik sama kalian!" Finka lalu mengambil panci berisi air panas dan meninggalkan tenda kami.

Suara lembut Finka, kepedulian Finka padaku yg tengah sakit membuatku kagum padanya. Rasa kagum ini berbalut nyaman ketika Finka mengompresku. Ia tahu bagian mana yang harus 'diobati' dengan kompres tersebut. Kain handuk kecil tersebut dengan lembut mengenai keningku. Walaupun teksturnya agak aksar, namun tak terasa karena tekanan lembut yang diberikan Finka. Bagaimana Finka menaruh tubuhku agar berbaring mengingatkanku pada perlakuan almarhumah ibuku ketika aku sakit saat kecil.

Ibuku selalu bernyanyi 'Nang Zayn putra ummi" sambil mengelus-elus rambutku. Lembutt sekali. Ku ingat sebelum terlelap ibu selalu memelukku. Itulah saat-saat terbaik masa kecilku. Ibu yang selalu membantuku menghapus air mata setiap aku pulang bermain dengan teman-temanku yg suka mengejekku. Aku tak tahu bagaimana rupa dari ibuku. Tapi aku tahu bahwa berada di pelukan ibu adalah saat terbaik dalam hidupku. Dan kini, perlakuan lembut tersebut aku rasakan kembali.

Ngomong-ngomong soal ibu, dia yang selalu bisa memperkenalkanku kepada dunia. Dengan keterbatasanku, ibu mampu membuatku merasa lebih. Suatu ketika, di taman kota. Di pagi hari yang cerah, udaranya sejuk sekali. Ku bisa mendengar suara tawa riang anak-anak seusia ku yang sedang bermain. Ku menduga  mereka sedang main kejar-kejaran.
"Awas kamu yaa, kalo dapet tau rasa loh" Ujar seorang anak
"Blee ngimpi mau ngejar aku hahaha" Balas anak lainnya
Tak lama setelah itu, suara wanita dewasa memanggil mereka, "sayang kita sarapan dulu yuk. Ibu bawain nasi goreng kesukaan kalian."

Mereka yang ditawari nasi goreng, tapi mengapa aku yang lapar? haha. aku memang belum sarapan kala itu. Pucuk di nasi goreng, ibu pun tiba. Seakan memahami maksud lidahku yang tak sadar menjulur membayangkan menyantap nasi goreng, ibu menyuruhku membuka mulut. Dan yap, nasi goreng keju terlezat di dunia mendarat di dalam mulutku. "Gimana, enak?" tanya ibu.. "Wenaakk bwangett.. Zayn sayang ibu" Aku yang masih mengunyah makanan dengan semangat memuji masakan ibuku lalu memeluknya erat. Ibuku seketika mengelus-elus kepalaku. Elusan lembut khas ibu. "Zayn sayang ibu. Zayn mau terus deket sama ibu" batinku dalam dekapan peluk ibu.


Fajar menyingsing. Aku perlahan bangun dari tidurku dengan kain kompres masih menempel di keningku. Ku lepaskan kain kompres, mencoba duduk, perhalan mengumpulkan nyawa. Alhamdulillah satu hari lagi kesempatan hidup diberikan oleh Tuhan. Ku mencoba membangunkan kawan-kawanku tuk solat subuh berjama'ah. Ku raba-raba sekitar. ku pukul-pukul perlahan Sleeping bag kawan-kawanku. "Bangun hei. bangun." Ku rapihkan sleeping bag bekasku tidur. Ku raba ujung ke ujung sleeping bag untuk melipatnya. Kawan-kawanku pun sudah bangun. Terdengar suara Anwar membuka pintu tenda.

Ku hirup udara pagi. Hemm segar sekali. Nikmat Tuhanmu mana lagi yang kau dustakan? potongan ayat dari surat favoritku dalam al-Qur'an. Ku bergegas mengambil air wudhu untuk melaksanakan solat subuh berjama'ah dengan kawan-kawanku. Kebetulan sumber mata air hanya selemparan batu dari tenda. Sebuah sungai jernih yang suara gemercik airnya bisa terdengar dari tendaku. Tanah pagi hari itu cukup licin setelah semalam hujan. Anwar menuntunku berjalan yang tadi hampir jatuh. Kontur tanah tak selalu mulus. Tanah bebatuan, terjal, dan licin menjadi pijakanku menuju sungai.

Setibanya di sungai, Anwar menuntunku duduk di batu untuk berwudhu. Aku mulai mencelupkan kedua tanganku ke sungai. Berrr, dingin sekali. Sensasi dingin yang menusuk kedua lenganku. Ku usapkan perlahan air ke bagian tubuh yang diusap saat wudhu. Air yang menjadi tidak sedingin pertama kali ku menyentuhnya. Ahh segar sekali. Pas untuk menjadi spirit booster pagi ini.

Yang menjadi imam solat subuh berjama'ah adalah Azhar. Dia memang terkenal dengan bacaan al-Qur'an yang baik dan dikenal sebagai anak paling alim di antara kawan-kawanku. Azhar membaca surat al-Waqi'ah. Suara yang lembut nan merdu menghujam dadaku. Ku tersentuh saat Azhar sampai pada ayat 86-87, "Fa lawlaa inkuntum ghoiro madiinin. Tarji'u nahaa inkuntum shodiqin" yang artinya, "Wahai manusia, sekiranya benar bahwa kalian tidak dapat dikuasai oleh Tuhan, tentu kalian dapat mengembalikan nyawa kalian yang telah dicabut, jika kalian memang berkuasa atas diri kalian." Pikiranku langsung menuju pada almarhumah ibu. Ibu bukanlah milikku, bahkan dirinya tak punya kuasa. Allah yang memiliki segalanya, termasuk ibu. Mungkin Allah lebih sayang ibu. Tak terasa air mataku mulai menetes, aku teringsak dalam tangis. Aku rindu ibu, semoga Allah memberikan tempat terbaik bagi ibu.

Salam menandai berakhirnya solat subuh berjama'ah. Hari masih gelap. Belum ada tanda kehidupan warga setempat. Anwar mengajak kami berkunjung ke bukit dekat tenda kami. Katanya di sana pemandangannya bagus, apalagi saat sunrise. Kami pun bergegas ke tenda mengambil bahan makanan, kompor, dan peralatan piknik lain. Kami berencana menjadikan sunrise sebagai latar berfoto dan sarapan bersama.

Kami pun mengajak Finka dan 2 orang kawannya, Putri dan Debi yang tidur di tenda yang berbeda. Saya dituntun oleh Anwar melewat medan yang lebih mulus daripada saat kami menuju sungai. Walau begitu, tanah yang licin dan menanjak menjadi tantangan tersendiri. Setelah berjalan kurang lebih 20 menit, akhirnya kami sampai di puncak bukit.

Kami menggelar tikar dan menyiapkan kompor serta peralatan lain. Kami bertujuh duduk di permukaan tanah berumput yang datar. "Gimana, Zayn masih sakit kah?" Finka bertanya, mencoba membuka percakapan. "Oh alhamdulillah, Fin. Baik hehe." Balasku. "Iyalah pasti baik, semalam dirawat sama Finka haha." Beni berusaha menggodaku. "Apaansih. Liat orang sakit masa didiemin aja." Jawab Finka seolah mewakili suaraku. "Hei liat tuh." Aku mendengar suara Azhar seperti hendak menunjukkan sesuatu. "Wahh indah bangett." Putri seperti terkagum pada sesuatu. Ku membatin, "Ada apa?". Seolah tahu isi pikiranku, Anwar berbisik menjelaskan, "Sunrise, Zayn. Matahari mulai terbit". Lalu semua kawan-kawanku berdiri dan berjalan menghampiri tepi bukit. Tempat paling pas melihat sunrise.

Ku memang tak pernah tahu betapa indahnya sunrise. Namun aku selalu merindukan matahari terbit. Kehangantan yang membawa harapan. Harapan bahwa setiap insan bisa menjadi lebih baik di hari itu. Kehangatan itu perlahan ku rasakan. Ku bisa merasakan sinarnya, menghangatkan kebersamaan kami di atas bukit. Ku bisa mendengar canda tawa kawan-kawanku, celetukan Beni, nasihat-nasihat bijak Azhar, dan bagaimana Anwar menjadi perangkul semua kawan-kawanku. Sesekali ada yang meminta berfoto bersama dengan latar belakang pemandangan pagi. Alhamdulillah. Pagi ini, matahari memeluk hangat kami dengan sinarnya. Menjadi saksi persahabatan kami.

Hangatnya matahari memang aku sukai. Hangatnya adalah pancaran kasih sayang yang tulus. Tak pernah lelah menerangi kehidupan milyaran insan tanpa harap kembali. Persis. Persis seperti almarhumah ibu. Aku memang tak pernah bisa melihat ibu dan dunia sekitar. Orang-orang sering bercerita bahwa ibu seperti sosok malaikat. Ibu cantik, baik, ramah, dan selalu lembut pada semua orang. Tak ada yang membenci ibu. Semua orang menangis dan merasa kehilangan saat ibu meninggal 2 tahun lalu. Ibu meninggal karena ditabrak pengendara mabuk. Itulah ketentuan Allah, ku tak bisa protes.

Zaynal Muttaqin. Itulah namaku. Pemberian ibu. Artinya perhiasan orang-orang bertaqwa. Terselip doa dan harapan besar ibuku dalam namaku. Insya Allah akan ku jaga harapan itu dengan menjadi seindah-indah perhiasanNya. Zayn sayang ibu.