Rabu, 07 Maret 2018

Hasil Mengalam Fenom Pertama

Hari itu mungkin jadi salah satu hari yang paling ku kenang dalam hidupku. Ada sebuah momen sederhana, namun jadi salah satu pelajaran penting dalam hidupku. Momen itu sangat sederhana. Sederhana sekali. Ku hanya mengamati lumut yang menempel di dinding beserta organisme lain yang ada di sekitarnya. Sederhana, bukan? lalu apa pelajaran berharganya? Itulah yang hendak ku tuangkan dalam refleksi singkat kali ini.
Ku duduk, mencoba untuk diam, fokus, konsetrasi pada satu objek. Namun karena masih pemula, tak mudah ku lakukan. Seiring terbiasa, ku mulai menikmati pengamatanku. Ku melihat lumut hijau menempel di dinding. Tak jauh darinya ada tumbuh-tumbuhan kecil, yang juga menempel di dinding, berwarna hijau, entah ku tak tahu tumbuhan apa. Yang jelas dedaunan pada tumbuhan tersebut mengingatkanku pada suasana pantai Pangandaran. Dedaunan yang bergerak harmoni mengikuti arah angin, seakan memanjakan mataku. Terik matahari pun seakan mengkondisikanku tuk betah mengamati lumut dan tumbuh-tumbuhan tersebut. Teduh, sejuk, adem. Noema yang tak kalah menarik atensiku adalah semut-semut yang berjalan tak beraturan di dinding. Ku tak mengerti arah tujuan semut ini. Mereka tak sedang membawa makanan, tak pula membuat sarang. Namun semut yg berjalan tanpa tujuan seakan membawaku pada salah satu momen terburuk dalam hidupku. Saat itu ku tak tahu harus kemana. Bahkan lebih buruk lagi, ku merasa tersesat sendirian.
Sebagai makhluk yang senantiasa menghamba, terdapat pengagungan kepada Dzat Yang Maha Kuasa. Solemnitas, tadabur alam. Melihat ciptaanNya, menambah rasa syukur dan kecintaan padaNya. Ku teringat potongan ayat pada qur'an surat ali-Imron: 190 & 191 yang artinya,Sesungguhnya, dalam penciptaan langit dan bumi, dan pergantian malam dan siang, terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang yang berakal, (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri, duduk, atau dalam keadaan berbaring, dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata), “Ya Tuhan kami, tidaklah Engkau menciptakan semua ini sia-sia; Mahasuci Engkau, lindungilah kami dari azab neraka.
Tak diragukan lagi begitu banyak nikmat yang telah Allah berikan. Begitu banyak tanda kekuasaanNya. Alhamdulillah momen ini bisa menjadi penambah kecintaanku pada Allah. Semoga ini menjadi cinta yang hakiki dan abadi