Hari ini ku melihatnya pertama kali melakukan presentasi. Jujur, ku tidak terlalu fokus. Mungkin karena ku sedang shoum, atau karena memang iklim kelas yang tidak kondusif, hawa-hawa ingin cepat pulang. Dan kehadirannya di kursi depan tempat presentator duduk semakin membuatku tidak fokus pada materi. Ku coba mengarahkan pandangan pada slide power point. Sialnya, mataku beberapa kali seperti autofokus pada wajah cantiknya. Setiap ku tak sengaja memandangnya, perasaan ini semakin timbul. Dia yang sejak November tahun lalu mengisi hatiku yg kosong berdebu. Semakin hari, perasaan ini semakin menjadi. Sifat-sifat baik doi yang membuatnya 'istri-able' tentu menjadi daya tarik logis setiap lelaki. Intinya, dia cantik, dia shalihah, dia cerdas. dan aku menyukainya! paham? hehe.. Dan pada hari itu, perasaanku padanya semakin terpupuk.
Aku yang sedang berusaha menghafal surat al-Waqi'an mencoba mentaddaburi maknanya. Perhatianku terhenti pada ayah 22 dan 23 yang artinya
"Dan ada bidadari-bidadari bermata jeli. Laksana mutiara yang tersimpan baik"
Entah bagaimana, pikiranku langsung teringat padanya. Wajah cantiknya, senyuman manis meneduhkannya, bibir merah meronanya, kulit putih cerahnya, dan tentunya sifat-sifat baik yang melekat padanya. Seakan ku membayangkan ia adalah bidadari dunia. Wanita shalihah yang menjadi perhiasan terbaik dunia.
Aku yang mengisi waktu sore hingga kira-kira jam 9 malam bersama teman-teman sempat mengobrol soal doi. Teman baikku, Lazuardi akhirnya mengetahui yang mana doi. Dan dia mengakui doi itu 'cantik dan bening'.. yaa semua orang normal pasti bilang seperti itu. Setelah obrolan ngaler ngidul, ku curhat tentang perasaan minderku terhadapnya. Ku tak curhat mengenai aku yang tidak pantas mendapatkan bidadari dunia sepertinya. Dalam hati terdalam, ku yakin bisa menjadi imam yg baik . baginya. Tetapi ada masalah lain.. orang tuanya. Ya,, orang tuanya berbeda jauh dalam hal keIslaman dengan doi. Doi yang tampak begitu taat menjalankan aturan Allah ternyata kurang mendapat restu dari orang tuanya.
Sejauh yang ku tahu, orang tuanya memegang adat Jawa yang cukup kuat. Ayahnya adalah pengusaha. Bahkan orang tuanya menginginkan agar doi kuliah manajemen di ITB untuk meneruskan bisnis. Tentu materi adalah tolak ukur bagi orang tuanya. Sedangkan ku merasa minder terhadap ini. Jujur, ku bukan orang yang punya passion untuk menghasilkan uang sebanyak mungkin, tetapi passion ku di dunia pendidikan. Mengabdi untuk mengajar dan berdakwah pada ummat.
Dan saat ku pulang ke rumah menaiki motor dengan temanku, ku mendapatkan inspirasi kalimat untuk melawan rasa minderku.
"Yes, she is an emerald. but YOU! YOU ARE A PLATINUM!"
You deserve to get her! and even you deserve to get ANY EMERALD in this planet!
Just ask to Allah, do your best, and may Allah give you the best result!