Satu kata buat orang-orang ateis? “SELAMAT!” , “CONGRATULATION!”
lah kok gitu?iya, selamat! karena mereka telah selangkah lebih maju dari orang-orang lain. Orang-orang ateis berpikir! mereka tak segan mengkritisi dogma-dogma agamanya.
Mereka beragama bukan karena dogma…
Mereka beragama bukan karena orang tua mereka…
Mereka beragama bukan karena orang-orang di sekitarnya…
Mereka terhindar dari kesia-siaan dengan menyembah “false god”
Mereka terhindar dari perasaan “false peace”
Banyak orang beragama karena dogma,doktrin, dan keimanan buta.
Sedangkan orang ateis tidak. Mereka merasa ada ketidaklogisan dalam agamanya. Walaupun tidak semua logika berpikir mereka benar, namun setidaknya mereka telah berpikir. Dan saat mereka telah menemukan Tuhan sejati, maka mereka akan jadi pengiman sejati.
Iman sejati diperoleh atas proses berpikir, bukan hanya mengandalkan perasaan. Perasaan untuk menghayati dipakai setelah akal menemukan kehakikian Tuhan. Bahkan penyembah setan dan penyembah berhala pun merasakan kedamaian karena mereka menghayati bahwa yang mereka sembah adalah tuhan. Namun apakah kedamaian mereka sejati?
Orang ateis telah mengucapkan setengah dari kalimat syahadat, “laa ilaha”. Dan semoga mereka tetap pada dedikasinya mencari kebenaran akan Tuhan. Kelak suatu saat nanti mereka akan melengkapi kalimat syahadatnya dengan “illallah”. Merekalah aset berharga, memperoleh kebenaranNya dengan pencarian yang tekun. Dan insyaallah bersama-sama bergabung dalam perjuangan menegakkan syariat Islam. Melawan liciknya pemikiran Barat yang meracuni pemikiran dunia saat ini. Dan mewujudkan pemikiran serta menerapkan syariat Islam sebagai rahmatan lil alamin.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar