Selasa, 09 Mei 2017

Sedikit perasaan tak biasa berkecamuk

Well, ini bukanlah hal yg biasa dirasakan
Memang, mata ini banyak tertarik pada keindahan senyum dan keteduhan wajah di balik hijab yg menutupi rambut sampai dada.
Ku akui, aku adalah lelaki yg selalu haus akan pemuasan keindahan untuk mata ini. Walaupun ku tahu menatap yg bukan haknya adalah hal yg dilarang Allah..

Namun sekarang, aku merasakan hal yg berbeda. Kasusnya hampir sama dengan yg sebelum-sebelumnya. Keindahan senyum dengan mahkota hijab berhasil memalingkan pandanganku untuk menatapnya lekat-lekat..

Yg membedakan adalah keindahan ini terus menghantui di saat hati dan pikiran ini tak terfokuskan pada apapun. Ya, entah mengapa khayalan ini terus bermimpi akan kebersamaan bersamanya, walaupun ku tahu memikirkan yg seharusnya dilupakan adalah pelanggaran syariatNya.

Dia cantik. Nafas islami mengiringi tumbuh dewasanya menjadi calon pendidik generasi mujahidin, insyaaAllah.

Tingkah polos dan senyum manisnya adalah pesona yg tak terelakkan. Duh Gusti, pikiran ini kembali membayangkannya.. just tell me why? someone tell me why it happens to me?

Ia adalah gadis biasa. Aku bahkan belum bisa disebut mengenalnya, sebatas mengetahui namanya dan informasi mengenainyapun masih sangat minim. Apalagi waktu untuk bercengkrama mengenalnya lebih jauh..

Saat menulis ini, aku memutar lagu berjudul A Little Braver dari New Empire. Lagu yg ia masukkan ke dalam playlist youtubenya berjudul "December". Lagu yg indah dan pas sebagai backsound hati yg selalu menginginkan keindahan abadi di dalamnya. Ku ulang dan ku ulang lagi, tak jemu-jemu. Aku yg penikmat lagu beat dan instrumental tiba2 terbawa mellow dengan lagu tersebut..

Lagu yg mungkin alunan nadanya mencerminkan suasa hati dan kepribadiannya. Tapi aku gak mau so ide, seperti peramal yg membaca kepribadian lewat lagu. Mengenal ia pun tidak!

Teringat perkataan teman baikku, Kang Gani "anak seni mah beda euy". Ia mengatakan ini saat membaca pesan dari seorang akhwat bertuliskan "Jangan pernah melupakan kebaikan seseorang"

Aku mungkin merasakan apa yg Kang Gani rasakan saat mengatakan kalimat tersebut dengan cara yg tak biasa, dengan senyum sedikit tertarik dari bibirnya. Aku merasakan anak seni memang berbeda!

Dia ingin kuliah di desain interior. Novel favoritnya adalah Tenggelamnya Kapal Vanderwijk karya Buya HAMKA rahimahullah..
Ia menggambar silhuet dua buah burung hantu yg menempel di atas ranting pohon di bawah rembulan yg syahdu. Mungkin ini juga gambaran perasaan dia saat itu. yah mungkin, gw g mau so ide..

Ku hanya berdoa ia tetap memegang teguh syariat Allah sebagai pegangan hidup. Menebarkan syiar Islam dengan keindahan senyumnya dan ketulusan hati karena Allah, aamiin..

Sungguh, ku hanya lelaki pemimpi yg bermimpi bisa mengimaminya solat tahajud suatu saat nanti dan bersama-sama menyadarkan ummat untuk kembali pada Islam

Ya Allah, ku sepenuhnya serahkan semuanya padamu. Engkaulah yg maha membolak-balikkan hati. Semoga kecintaan hati ini tetap menjadikan Engkau dzat yg paling dicintai melebihi apapun. Menjalani hidup sesuai syariatMu.

Dan seperti prinsipku, saat hatimu merasa tentram pada suatu wanita tanyalah dirimu "Siapkah kau menikah?"
Jika tidak, tundukkanlah pandanganmu, jauhi interaksi dan berpuasalah.
Jika siap menikah, datangi orang tuanya, khitbahlah dan berjanji memimpinnya hidup sesuai syariatNya

Wallahu'alam bishawab

Tidak ada komentar:

Posting Komentar