Menurut hematku, seorang ISIS (Istri Solehah Idaman Suami) harus bisa memikat dan mengikat. Memikat dalam artian saat pertama kali melihatnya, ku langsung merasakan perasaan yang berbeda (yang orang2 bilang 'suka', 'jatuh cinta', dsb) dan bisa meyakinkan diri ini bahwa ia adalah ibu yang baik bagi anak2ku nanti. Lalu mengikat maksudnya ia bisa membuat sang suami terus mencintainya. Suami mencintai sang istri karena ketaatan dia pada Allah. Melihat istri semakin cantik saat menghidupkan 1/3 malam dengan tajahud. Ia nampak indah dan memesona saat melantunkan ayat suci al-qur'an setiap harinya. Ia pun begitu anggun nan lembut saat mendidik anak-anak menjadi generasi pejuang agama Allah.
Ku akui, hatiku telah terpikat oleh seorang gadis. Saat pertama kali melihatnya, ku langsung merasakan ada rasa yang berbeda. Semakin sering ku melihatnya, rasa ini semakin menguat. Ada saja hal-hal darinya yang membuatku jatuh semakin dalam, terpesona oleh keindahan padanya yang tak bisa ku jelaskan. Sebuah karunia Allah menciptakan keindahan pada dirinya. Sungguh Allah lah yang memiliki keindahan sejati, Sang Maha Cinta yang senantiasa membolak-balikkan hati hambaNya. Karenanya, ku tak ingin mencintai dengan nafsu pribadi, melainkan dengan tuntunan wahyu ilahi.
Di tengah virus merah jambu yang terus menyebar ke seluruh tubuh,berkecamuk pertanyaan-pertanyaan "Akankah dia bisa menjadi istri yang baik bagi anak-anakku nanti?" , "Akankah ia selalu taat pada Allah dan pada suami?" , "Akankah ia nurut saat dibimbing oleh suami agar lebih taat pada Allah?". Jujur, ku mulai mempertanyakan itu padanya. Ku tak ingin terus memimpikan membangun keluarga samawa bersamanya namun ku masih ragu akan kecintaan dan ketaatannya pada Allah. Apapun yang Allah gariskan padaku di masa depan, semoga kecintaan padaNya tak membuatku mengkufuri nikmatNya. Guide us to love you even more, Allah..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar